Selasa, 08 Oktober 2013
Untuk seseorang yang takkan pernah membaca tulisanku ini
Aku capek dengan pertengkaran kecil dan pertengkaran yang cukup besar yang selalu mengisi ketika aku bangun pagi hari hingga tidur malamku. Di mana kamu selalu ingin menjadi yang terbaik, sebagai pemenang. Kamu selalu ingin menjadi peran aktor utama. Sedangkan aku, hanya menjadi seorang pemain penghibur yang tak memiliki hak untuk melawanmu, kedudukanku disini hanya seorang yang non-aktif yang berusaha untuk mengerti semua kelakuanmu terhadapku meskipun banyak niat untuk melawanmu.
Selalu saja ada hal-hal kecil yang kamu jadikan sebagai sebuah acuan untuk memperkeruh suasana, untuk menimbulkan masalah, dan untuk membuat kita agar berdebat panjang. Kamu selalu melebih-lebihkan masalah komunikasi, masalah perhatian, dan masalah-masalah lainnya yang sepertinya itu semua menjadi besar ketika kamu yang menyebutkannya. Apakah kamu mengira bahwa aku ini hanya sebatas tempat keluh kesahmu saja? hanya kamu anggap sebagai tempat sampah? Kamu mengira aku adalah tempat untukmu meluapkan segala kekesalan dan amarahmu ketika kamu merasa dunia sedang menganiayamu? Apakah kamu tak pernah berpikir bahwa aku sama seperti dia yang butuh perhatian dan juga memiliki perasaan? Apakah kamu pernah berpikir? Memikirkan betapa sulitnya menjadi aku yang selalu kamu perlakukan seenaknya saja.
Terkadang aku merasa tak nyaman dengan segala perlakuanmu terhadap diriku. Sehari saja kamu melakukannya, aku merasa itu semua terjadi selama seminggu bahkan sebulan. Terkadang aku diam, diam melihat semua kelakuanmu yang seenaknya tanpa persetujuan dan keinginanku. Terkadang aku ingin pergi jauh dan lepas darimu, namun aku merasa penahan ini semakin kuat saja. Aku bosan untuk menjalin sebuah hubungan yang hanya berjalan ditempat tanpa ada perkembangan yang lebih lanjut, dimana hanya satu orang saja yang berkorban demi satu orang lainnya yang tidak mau mengerti akan orang tadi tersebut. Dimana hanya ada aku, aku yang sudah tak cukup kuat untuk mempertahankan dan menjaga apa yang seharusnya kutinggalkan.
Sedangkan untuk kamu! Seorang pria yang dulu pernah ada didalam hatiku, pernah menjadi tempat berlabuhnya hatiku, pernah kucintai dan kukagumi sebelum akhirnya aku bertemu dengannya yang sekarang bersamaku. Jika aku boleh jujur, aku sangat merindukan kehadiran sosok pria sepertimu. Sosok dewasa yang dulu pernah menjadi tempat diriku untuk berjuang melawan dunia yang seakan tanpa hentinya menyerangku, yang dulu pernah menopang dan menegakkan langkah kakiku yang seakan kaku pada satu titik. Aku begitu merindukanmu, merindukan sosok sederhanamu, sosok yang memiliki suara sangat lembut untuk diterima ditelingaku, sosok yang sangat terstruktur tutur kata indahnya ketika kamu berbicara denganku. Sekarang, aku merasakan rasanya sehari-hari tanpamu. Aku benar-benar sangat merasakan kehilangan sosokmu yang begitu berarti. Aku sangat takut untuk kehilangan dirimu saat aku juga merasakan kehilangan sebagian dari hidupku.
Rasanya, ingin sekali untuk kembali kemasa lalu. Kemasa, dimana aku masih tetap bisa tersenyum saat terbangun dari tidurku. Ketika kamu masih mengaggapku lebih dari sekedar teman, saat perkataanmu yang begitu jujurnya mengatakan bahwa kerinduanmu terhadapku sangat besar. Hingga kini, aku masih saja selalu memperhatikan nomor handphonemu yang masih tersimpan rapi dikontakku, aku ingin mengirimkanmu sebuah pesan singkat tapi kuurungkan kembali. Aku takut, mungkin sekarang kamu sudah terlalu sibuk dengan urusanmu hingga tak memiliki kesempatan hanya untuk sekedar menanyakan kabarku.
Saat ini, kantuk tak juga menyergap mataku, rasa kantuk ini tidak berarti sebelum aku menuliskan tulisan ini. Hingga aku bisa merasakan kembali kehadiranmu disisiku. Hingga aku bisa menikmati kembali kehadiranmu lewat kebersamaan kita. Akankah semua itu dapat terulang kembali? Aku bingung. Aku stress. Aku membutuhkan kehadiranmu sekarang. Dimanakah dirimu berada? Sejak jauh-jauh hari sebelumnya aku telah mencarimu. Hubunganku dengan dia yang saat ini menjalankan status "pasangan" sedang berada diujung tanduk! Tolonglah, selamatkan aku dari segala ketidakpastian dan omong kosong belaka ini.
Untukmu wahai seseorang yang sangat berti dan takkan pernah membaca tulisan ini
By: Unknown~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar