Minggu, 06 Oktober 2013

Pengorbanan yang lebih bernilai

Tuhan! Aku bukan seseorang yang sempurna, tapi perbolehkanlah aku untuk menjadi sesosok wanita yang kuat dalam menghadapi segala perasaan yang sedang menghantui pikiranku. Aku hanya seorang wanita yang seringkali melupakanMu dan menyakiti orang-orang yang kusayangi.

Tuhan, tahukah dirimu bahwa saat ini aku sedang memendam rasa cinta yang teramat sangat dalam kepada si pria pemilik senyum terindah? Tahukah dirimu bahwa sebenanya perasaan ini adalah perasaan yang terlarang? Semua itu benar adanya, perasaan ini terlarang! Iya bahkan sangat terlarang sebab perasaann ini juga dimiliki oleh sahabatku sendiri, yang setiap malamnya menceritakan kepadaku dengan topik yang sama, topik pembicaraan yang hanya menceritakan tentang si pria yang telah merebut hati kami berdua walaupun sahabatku tidak mengetahui kebenaran bahwa aku juga memiliki rasa yang sama seperti apa yang ia rasakan kepada si pria tersebut. Bahkan perasaan yang kurasakan ini melebihi rasa cinta dia kepadanya. Terasa sakit memang mendengar ocehan dari sahabatku sendiri yang mengeluh-eluhkan namanya disetiap waktu.

Mungkin aku harus membuat pilihan yang terbaik agar aku tak menyakiti siapapun. Aku memilih untuk menghindarimu wahai pria bersenyum manis. Aku tak bisa memiliki perasaan ini karena jika aku melakukannya, aku hanya akan menyakiti sahabat yang sangat kusayangi. Aku tak menginginkan persahabatan kami runtuh hanya karena mencintai seorang pria yang sama. Aku memilih untuk mengalah. Aku lebih memilih untuk belajar melupakan dan merelakanmu hanya untuk seseorang, yaitu sahabatku. Jalan yang memang harus kupilih agar tak ada yang tersakiti dalam cerita cinta segitiga ini.

Terkadang aku mulai berfikir jika memiliki hubungan lebih dari sekedar pertemanan. Apakah kita akan tetap bahagia jikalu saja aku tetap bertahan mencintaimu dan kita telah saling memiliki? Apakah antara aku dan sahabatku akan tetap menjalin persahabatan tanpa ada yang tersakiti atau bahkan kami sudah saling tidak mengenal satu sama lain?

Aku takut jatuh cinta kepadamu wahai kaum Adam yang telah memikat hatiku, aku takut jikalau kita telah saling memiliki dan setelah berlalu, kita memilh untuk berpisah dan saling mencari jati diri masing-masing tanpa ada kebersamaan yang kita lakukan selama beberapa bulan terakhir tersebut. Perpisahan yang menghasilkan hubungan baru yang rentan akan keruntuhan dan ketidaknyamanan bila kita sedang berada diruangan yang sama, kita akan saling enggan untuk berbicara, saling enggan untuk menyapa satu sama lain seperti dulu kala sebelum kita menjalin hubungan yang bisa dikatakan lebih dari sekedar teman. Aku tak menginginkan semua hal buruk itu terjadi sayang. Aku akan tetap memilih untuk menghindarimu, menjauhimu, bahkan mencoba untuk terus menerus berusaha tidak mengenalimu, meskipun semua itu menyisakan kepedihan yang sangat menyakitkan. Tapi aku tetap rela melakukan semua itu untuk membahagiakan sahabat terbaikku kepadamu. Aku berharap padamu wahai pria bermata indah agar menjaga sahabatku sebaik-baiknya, sebagaimana kamu menjaga barang yang paling bernilai harganya, jangan biarkan hal sekecil apapun.

Tuhan! Bantulah aku untuk menghapuskan rasa yang semestinya tak ku hadirkan dalam hatiku, meskipun banyak pendapat yang mengatakan bahwa aku sangat cocok untuk menjadi pasanganmu, kamu dan aku memilki banyak perbedaan yang menjadikan kata "kita" terlihat sempurna dimata mereka, begitu katanya.

Saat ini, aku sedang melawan perasaanku. Semakin aku mencoba maka semakin lebar pula lubang yang menganga didalam hatiku ini. Selamat tinggal wahai pria yang telah meluluhkan hatiku. Selamat tinggal juga perasaan yang tak seharusnya kumiliki. Tuhan! Dengar dan kabulkanlah permintaanku ini, aku hanya meminta agar perasaan ini dapat terhapus sepenuhnya dari dalam hatiku.

Dari seseorang yang masih mengharapkan dirinya walau itu tak mungkin

By : Unknown~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar