Minggu, 20 Oktober 2013

Inikah permainanmu ?

Hari berlalu begitu saja, belakangan ini aku merasakan perubahan pada dirimu terulang kembali. Awalnya kamu menuturkan janji-janji manismu yang membuat hatiku terbuai oleh rayuanmu itu, rayuan gombal yang entah mengapa membisikan relung hatiku agar mau menerimamu kembali kedalam kehidupanku ini. Tapi kini, kamu mengulangi kesalahan yang telah kamu lakukan sebelumnya, sebelum kita kembali mengikat janji untuk bersama lagi.

Hanya fase ini saja yang selalu terjadi didalam hubungan kita. Aku dan kamu mengikat janji dalam sebuah hubungan yang beratas namakan pacaran, lalu kita menjalani hari-hari bersama, berbulan-bulan bahkan bermingu-minggu belakangan terjadi perubahan dalam sikapmu terhadapku dan aku menyadari akan hal tersebut. Okelah aku memaklumi sikapmu diawalnya, tapi semakin lama sikapmu malah semakin menjadi-jadi dan tak menganggapku lagi. Tak memberikan kabar sedikitpun, tak pernat tepat waktu saat kita berencana melakukan aktivitas apapun itu bahkan hingga meninggalkanku ditengah keramaian sendirian tanpa sandaran apabila aku lelah. Hingga akhirnya kamu membuat keputusan sepihak untuk mengakhiri semuanya. Tak sadarkah dirimu? Kamu adalah penyebab masalah dalam hubungan kita, bukan aku ! Ataukah aku saja yang terlalu bodoh untuk tak mempermainkanmu juga? Aku mencoba untuk mempertahankan hubungan ini tapi? Entahlah hingga kini aku masih tak mengerti dengan keputusanmu itu.

2 bulan telah berlalu sejak kamu mengakhiri secara sepihak tentang hubungan kita. Namun kamu datang kembali dan memintaku untuk memaafkan kesalahan yang telah kamu lakukan dan memintaku untuk kembali kepadamu. Mungkin aku yang terlalu lugu ataukah memang dirimu begitu berpengalaman dalam hal menarik hati seoang wanita hingga kamu kembali mencuri hatiku. Aku menerimamu kembali dan menjalankan hubungan kita seperti sedia dulu kala. Tapi apa yang terjadi? Kini kamu mengulanginya kembali dan untuk kali ini takkan ku maklumi kesalahanmu. Takkan ku maafkan dirimu yang telah melukaiku untuk kesekian kalinya. Ingat, aku sudah tak bisa menghitung sudah berapa kali kamu melakukan hal ini kepadaku hingga berkali-kali pula aku telah jatuh sakit hanya karena memikirkan masalah kita yang tak kunjung kamu selesaikan.

Tak mengertikah kamu dengan kesalahan yang kamu perbuat? Atau aku harus menarik kesimpulan dan menceritakannya didepan matamu sendiri hal apa saja yang menjadi masalahmu selama ini dan membuatku jenuh untuk kembali lagi kepadamu? Baiklah, aku akan menceritakannya kesimpulan yang selama ini kudapatkan darimu!

Kamu selalu menceritakan dan berbicara tentang cinta sejati yang akan kita lalui dalam hubungan itu. Berjanji untuk sehidup semati, tapi entah mengapa dan aku juga tidak mengetahui alasanmu secara jelas kamu selalu datang dan pergi sesuka hatimu bahkan sampai-sampai kamu seringkali lupa untuk kembali. Kapankah kamu menyadarinya? Menyadari bahwa akulah satu-satunya wanita yang bisa mencintaimu secara utuh? Akulah satu-satunya wanita yang selalu mempertahankan hubungan ini dikala kamu membuat masalah dan memili untuk mengakhirinya. Akulah satu-satunya wanita yang bisa menerimamu apa adanya walaupun kamu telah menyakitiku berulang kali. Apakah hubungan kita ini yang dinamakan cinta? Jika hanya menimbulkan luka? Tapi sekarang. Aku lelah, aku sudah tak bisa mentolerir kesalahanmu.

Terima kasih atas cintamu yang datang semaunya saja, datang dan pergi sesuka hatimu. Terima kasih telah menjadikanku wanita yang kuat dan bertahan apapun cobaan yang diberikan oleh Tuhan melalui perantaraan dirimu. Terima kasih atas segalanya.

Dari seseorang yang telah lelah dan berhenti untuk mencintaimu

By: Unknown~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar