Minggu, 29 September 2013

Jangan Pernah Memberiku Perhatian Lebih Lagi !

Agustus 2013

Untukmu yang mungkin takkan pernah menganggapku ada

Cerita ini khusus kualamatkan kerumah hatimu, tempat yang paling sering ingin kukunjungi tapi tak pernah ku tahu alamat detail dan daerah spesifiknya. Entah mengapa saat menulis postingan ini aku mengingat untuk pertama kalinya aku merasakan ada perhatian lebih yang kamu berikan untukku. Aku ingat betul ketika pertama kalinya kamu memberikanku sesimpul senyuman manis dibibirmu. Aku takkan melupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita walaupun mungkin peristiwa itu hanya aku yang merasakannya. Dan... Au selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati waktu yang sangat singkat yang mungkin secara logika hanya dalam waktu kisaran detik saja. Bagaimana usahaku untuk menghargai waktu agar bisa merasakan sedetik denganmu walaupun kau tak menyadarinya. Nyatanya, aku belum benar-benar bisa membuang dan melupakan semua tentangmu dari otakku.

Kepada kamu, pria bermata indah.... seindah senyummu

Senyum singkat yang kau tujukan kepadaku tak memunculkan adanya percakapan diantara kita yang kala itu hanya berpapasan disuatu tempat, hanya saling melempar senyum. Hanya suara hiruk-pikuk orang-orang yang berlalu lalang yang memisahkan jarak diantara kita berdua. Kita sama-sama terdiam tanpa ungkapan yang mengalir melalui pita suara, tapi sebenarnya ada banyak kecamuk dalam diriku, untuk mengajakmu setidaknya berbicara dan menyapa satu sama lain. Entah mengapa bibir ini keluh untuk mengeluarkan kata-kata, bisu! Seakan-akan aku hanya butuh tatapan mata dan membiarkan suara hiruk pikuk menyampaikan pesan hatiku kepadamu yang tak pernah menganggapku ada walaupun sedetik saja.

Kamu adalah yang pertama. Pertama kali mengajariku rasanya bertahan untuk seseorang yang sangat berarti untuk saat itu dan aku harap untuk selamanya. Kamu adaah yang pertama. Pria yang pertama kali menjadi sebab rasa grogi dan canggungku, saat mata ini mencuri pandangan kepadamu ditempat yang hampir selalu menjadi tempat berpapasan kita. Seorang Adam yang menyebabkan pipiku memerah karena tersipu malu menerima sapaan ringan darimu. Kamu adalah yang pertama. Pria bersenyum manis yang pertama kali mengajarkanku mengepakkan sayap, juga seseorang yang mematahkan sayap-sayap kecilku.

Ada banyak hal yang sangat sulit kujabarkan di balik pikiranmu. Kamu selalu memberikanku perhatian yang menurutku begitu berlebihan hingga aku merasa apakah kamu juga menyukaiku seperti yang selama ini kurasakan ?. Ada banyak hal yang membuatku sulit melupakanmu yang nyatanya tak pernah menganggapku ada walaupun kala itu aku berada dalam ruang lingkup yang sama denganmu. Ada beberapa hal yang tetap kurindukan darimu, salah satunya adalah senyummu.

Aku harap tak ada perhatian lebih lagi darimu agar aku dapat melupakan segala tentangmu, agar aku berhasil membencimu dan takkan mengingatmu dan kenangan tentang kita walaupun kita berada ditempat yang sama tapi tak saling mengenal dan menganggap takkan pernah terjadi semua yang pernah kurasakan.

Dari penguntitmu yang sedang menyelamatkan mimp-mimpinya.

By: Unknown~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar