Adakah..
Adakah pintu yang langsung membawaku ke dalam
kesendirianku saat aku butuh untuk sendiri?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang bisa aku bagi semua keluh kesahku saat aku merasa lelah
menyimpannya sendiri?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang tidak mengetahui siapa aku dan membiarkanku melangkah sendiri
kemanapun sepasang kaki ku ingin melangkah ketika aku butuh merenung ditempat
yang ramai?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang bisa menghiburku tanpa perlu bertanya ‘’kenapa’’ saat aku
butuh hiburan?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang bisa menerima diriku apa adanya tanpa menilaiku macam-macam
ketika aku butuh untuk bersikap seperti ‘’inilah aku’’?
Adakah?
Karena aku merasa waktu selalu salah disini. Tidak ada waktu
yang tepat. Seolah waktu mempermainkanku.
Apa bukan itu? Aku saja yang egois? Menginginkan sesuatu
yang lebih tanpa menyadari bahwa aku sudah mendapatkan beberapa dari
pintu-pintu tersebut? Atau bahkan semua telah kudapatkan? Hanya aku yang tidak
bersyukur dan membiarkan pintu-pintu itu sendiri menjauh dariku dengan
sendirinya?
Mungkinkah?
Aku tidak tahu, aku hanya harus terus berjalan maju kedepan.
Meninggalkan apa yang harus ditinggalkan dibelakang punggungku. Kalau pun aku
telah menyianyikan pintu yang telah kudapatkan dengan sendirinya. Maka aku akan
bisa membuat pintu-pintu itu kembali. Aku tidak akan pernah meragukan diriku
sendiri.
Kesempatan akan selalu ada, bukan?
Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali,
itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap
menanggapinya—Louis L’amour
Ada dua cara untuk menjalani hidup ini dengan mudah, percaya
pada segala sesuatu atau meragukan segala sesuatu. Kedua cara tersebut
membebaskan kita dari berfikir—Theodore Rubin
By: abstrack xoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar