Ha! Baguslah kalau begitu. Enjoy ur life! YOLO (your only live once)
Bosan galau terus-__- lalalala tapi masih galau karena Justin masa._.
Senin, 30 September 2013
Untukmu abstrack
Terima kasih untuk saran dan tanggapan yang selalu bahkan berkali-kali kau berikan kepadaku. Untuk saat ini dan kedepannya "DIA" memang sudah tak berarti bagiku. Hanya saja postinganku sebelum ini hanya menceritakan sebuah kisah yang mungkin saja seseorang diluar sana juga pernah mengalaminya. Cerita itu bukan ditujukan kepadaku lagi sekarang. Aku juga tak ingin terpuruk dan tetap disini untuk menunggi "DIA: yang menurutku hanya sebuah angan-angan bahkan hanya sebuah obsesi belaka. Percuma mengharapkan "DIA" toh "DIA"nya saja tak memikirkan kita! Buat apa aku memikirkannya.
Aku telah mengaplikasikan semua kalimat-kalimat yang kamu, babi, dan jensol sarankan untukku dan itu sedang berjalan untuk saat ini dan akan tetap ku pertahankan untuk hari-hari selanjutnya. Karena memang toh jauh sebelum aku mengenal "DIA" aku tetap hidup didunia ini, dunia juga takkan berhenti jika aku melupakannya:) Jadi, terima kasih telah menjadi sahabat yang baik untukku{} ingatlah, cerita yang ku posting tak selamanya untukku my mate :)
By: Unknown~
Aku telah mengaplikasikan semua kalimat-kalimat yang kamu, babi, dan jensol sarankan untukku dan itu sedang berjalan untuk saat ini dan akan tetap ku pertahankan untuk hari-hari selanjutnya. Karena memang toh jauh sebelum aku mengenal "DIA" aku tetap hidup didunia ini, dunia juga takkan berhenti jika aku melupakannya:) Jadi, terima kasih telah menjadi sahabat yang baik untukku{} ingatlah, cerita yang ku posting tak selamanya untukku my mate :)
By: Unknown~
Untuk Unknown, hahaxD
Berhentilah menggalaukan orang yang sama setiap hari. Ya! Bosan juga bilang begini dan memang hanya ada satu ''DIA'' di dunia ini tapi yang lebih baik? BANYAK!
Kau sudah cukup memperjuangkannya. Sampai sini saja. Kalau dia memang yang terbaik, ''DIA" sendiri yang akan datang. Kapan? Tidak ada yang tahu. Tidak perlu ditunggu karena akan datang dengan sendirinya tanpa kau sadari. Biarkan saja dia menyadari bahwa di lingkungan yang setiap hari dia datangi selama hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu kecuali ada tanggal merah, ada seseorang yang benar-benar kagum sama dia dan cintaaaaaa sekali malahan-__- yang bahkan sampai sekarang saya sendiri masih bingung apa yang kau suka darinya, kelebihannya? Atau kekuranganya? Atau bahkan kedua-duanya? Ha! Kalaupun pada akhirnya dia menyadari dan hanya mengucapkan ''terima kasih'' atau ''maaf'' itu sudah lebih dari cukup, setidaknya dia masih punya hati bicara seperti itu. Buktinya sudah hampir setahun tidak ada kata-kata ''ya'' atau ''tidak''. Masih buram semuanya-__- jadi ingat pernah buat kata-kata dibuku Hello Kitty-nya Babi kek gini(walau tidak terlalu sama persis)
''Aku tetap memajang foto buram diantara kita, tetap memamerkannya pada teman-temanku dan teman-temanmu meskipun sudah banyak yang meminta untuk tidak memajangnya tetapi aku tetap ingin karena pasti akan ada foto yang jelas diantara kita. Yang menunjukkan bahwa foto buram yang selama ini ku perjuangankan akhirnya mendapatkan foto yang jelas'' Pertanyaan ''kapan'' timbul lagi, seolah akan memojokkan mu.
Masih panjang berjalanan hidup. Masih banyak harus di pelajari. Masih banyak yang akan di dapat kedepannya. Masih banyak yang lebih baik. Jangan disia-siakan waktu yang ada hanya dengan orang yang begitu. Bukan bermaksud men-judge ''DIA" tapi selama ini saya kan hanya tau cerita dari pihak mu dan tentu sebagai sahabat yang baekkk saya berpihak padamu. Haha
Sama sekali tidak memaksa. Semua keputusan ditanganmu. Sekali lagi, sebagai sahabat yang baekkk saya cuma ingin memberitahu.
Kau tidak ingin tinggal diam ditempat saat orang-orang disekitarmu maju melangkah, bukan? Haha kita masih berumur 15 tahun, terlalu bodoh menyianyiakan apa yang kita punya untuk satu orang yang bahkan belum tentu memikirkan kita. MOVE ON!! MOVE ON!!
Saya suka tulisanmu, sejak galau jadi lebih kreatif yep;p tetapi lebih baik tulisanmu buat dirimu sendiri, apa yang mau kau raih, apa yang ingin kau tinggalkan, apa ini dan itu, asalkan bukan lagi tentang dia...
Jangan jadikan alasan dia sebagai sumber ''ke-kreatifanmu'' tidak ada lagi dia. Pokoknya jangan jadikan alasan dia untuk move on. Bingung? Wk, jadikan dirimu sendiri sebagai alasan. Karena kau kasihani dirimu sendiri. Itu jadikan alasan untuk bergerak maju. Jangan dia.
Hanya ada kau dan hidup barumu.
cause when U sad WE sad woo hoo oooo...
By: abstrack xoxo
Kau sudah cukup memperjuangkannya. Sampai sini saja. Kalau dia memang yang terbaik, ''DIA" sendiri yang akan datang. Kapan? Tidak ada yang tahu. Tidak perlu ditunggu karena akan datang dengan sendirinya tanpa kau sadari. Biarkan saja dia menyadari bahwa di lingkungan yang setiap hari dia datangi selama hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu kecuali ada tanggal merah, ada seseorang yang benar-benar kagum sama dia dan cintaaaaaa sekali malahan-__- yang bahkan sampai sekarang saya sendiri masih bingung apa yang kau suka darinya, kelebihannya? Atau kekuranganya? Atau bahkan kedua-duanya? Ha! Kalaupun pada akhirnya dia menyadari dan hanya mengucapkan ''terima kasih'' atau ''maaf'' itu sudah lebih dari cukup, setidaknya dia masih punya hati bicara seperti itu. Buktinya sudah hampir setahun tidak ada kata-kata ''ya'' atau ''tidak''. Masih buram semuanya-__- jadi ingat pernah buat kata-kata dibuku Hello Kitty-nya Babi kek gini(walau tidak terlalu sama persis)
''Aku tetap memajang foto buram diantara kita, tetap memamerkannya pada teman-temanku dan teman-temanmu meskipun sudah banyak yang meminta untuk tidak memajangnya tetapi aku tetap ingin karena pasti akan ada foto yang jelas diantara kita. Yang menunjukkan bahwa foto buram yang selama ini ku perjuangankan akhirnya mendapatkan foto yang jelas'' Pertanyaan ''kapan'' timbul lagi, seolah akan memojokkan mu.
Masih panjang berjalanan hidup. Masih banyak harus di pelajari. Masih banyak yang akan di dapat kedepannya. Masih banyak yang lebih baik. Jangan disia-siakan waktu yang ada hanya dengan orang yang begitu. Bukan bermaksud men-judge ''DIA" tapi selama ini saya kan hanya tau cerita dari pihak mu dan tentu sebagai sahabat yang baekkk saya berpihak padamu. Haha
Sama sekali tidak memaksa. Semua keputusan ditanganmu. Sekali lagi, sebagai sahabat yang baekkk saya cuma ingin memberitahu.
Kau tidak ingin tinggal diam ditempat saat orang-orang disekitarmu maju melangkah, bukan? Haha kita masih berumur 15 tahun, terlalu bodoh menyianyiakan apa yang kita punya untuk satu orang yang bahkan belum tentu memikirkan kita. MOVE ON!! MOVE ON!!
Saya suka tulisanmu, sejak galau jadi lebih kreatif yep;p tetapi lebih baik tulisanmu buat dirimu sendiri, apa yang mau kau raih, apa yang ingin kau tinggalkan, apa ini dan itu, asalkan bukan lagi tentang dia...
Jangan jadikan alasan dia sebagai sumber ''ke-kreatifanmu'' tidak ada lagi dia. Pokoknya jangan jadikan alasan dia untuk move on. Bingung? Wk, jadikan dirimu sendiri sebagai alasan. Karena kau kasihani dirimu sendiri. Itu jadikan alasan untuk bergerak maju. Jangan dia.
Hanya ada kau dan hidup barumu.
cause when U sad WE sad woo hoo oooo...
By: abstrack xoxo
Berubah....
Juli 2013
Sekarang kita seolah tidak saling mengenal, seakan tidak ada yang pernah terjadi diantara kita berdua. Walaupun semua kejadian itu tak bersikap kontak langsung melainkan hanya melalui perasaan kamu tetap saja cuek. Aku tau aku bukan siapa-siapa bagi dirimu, tapi setidaknnya hargai semua yang ku korbankan, yang kulakukan untuk menarik perhatianmu yang lalu. Kamu memang seakan menganggapku takkan pernah ada dan aku tahu itu karena aku sadar dengan diriku yangm menurutmu takkan mampu mendampingimu.
Kamu tahu, aku terluka dengan sikapmu selama ini! Aku lemah walaupun takkan aku perlihatkan dihadapanmu. Mungkin saja kamu menerka-nerka bahwa aku baik-baik saja selama ini tapi kenyataannya? Kamu salah besar jika mengira seperti itu. Kamu takkan pernah mengetahui yang sebenarnya. Aku mencoba mengartikan persahabatan kalian tapi tak tahu mengapa hatiku ini tak bisa mengerti. Kalian terlalu dekat bahkan sangat mesra jika menyebut hungungan tersebut sebagai sahabat tanpa menyadari aku ada dibelakang kalian yang sedang asik menyaksikan pemandanya yang selama ini tak kuharapkan untuk ku tonton.
Beberapa minggu belakangan ini kita berada diruang lingkup yang sama, tanpa saling menyapa, bahkan melempar senyumpun tidak sama sekali. Kamu tahu itu yang membuatku terluka belakangan ini. Seakan aku ingin memulai percakapan diantara kita, atau memulai terlebih dahulu memberikan seulas senyum kepadamu. Tapi kuurungkan niatku sebab kamu tak pernah sedetikpun melihatku bahkan kamu hanya sibuk dengan duniamu. Kamu bahkan tidak pernah lagi menyapaku seperti yang dulu kamu lakukan saat beberapa bulan yang lalu, saat menyusuri koridor lalu berpapasan denganmu saat itulah kamu memberikanku sesimpul senyum termanismu dan menyapaku. Tapi sekarang? Aku takkan pernah berharap terlalu tinggi untuk semua ini lagi kok kakak!
Pergilah jika itu yang kamu mau. Berilah kejelasan kepadaku. Jika memang kamu menganggap aku tak ada dan menginginkan aku pergi dari hidupmu, akan kulakukan semua itu jika memang semua itu yang membuatmu tetap berada di duniamu tanpa adanya usikan dari diriku. Iyakan? Itu yang kamu mau? Jika memang benar akan aku lakukan sekuat tenagaku walaupun aku sadar semua ini membutuhkan proses yang menurutku cukup menguras tenaga dan pikiranku.
Dari seseorang yang tidak pernah mengharapkan perubahan dari sikapmu
By: unknown~
Sekarang kita seolah tidak saling mengenal, seakan tidak ada yang pernah terjadi diantara kita berdua. Walaupun semua kejadian itu tak bersikap kontak langsung melainkan hanya melalui perasaan kamu tetap saja cuek. Aku tau aku bukan siapa-siapa bagi dirimu, tapi setidaknnya hargai semua yang ku korbankan, yang kulakukan untuk menarik perhatianmu yang lalu. Kamu memang seakan menganggapku takkan pernah ada dan aku tahu itu karena aku sadar dengan diriku yangm menurutmu takkan mampu mendampingimu.
Kamu tahu, aku terluka dengan sikapmu selama ini! Aku lemah walaupun takkan aku perlihatkan dihadapanmu. Mungkin saja kamu menerka-nerka bahwa aku baik-baik saja selama ini tapi kenyataannya? Kamu salah besar jika mengira seperti itu. Kamu takkan pernah mengetahui yang sebenarnya. Aku mencoba mengartikan persahabatan kalian tapi tak tahu mengapa hatiku ini tak bisa mengerti. Kalian terlalu dekat bahkan sangat mesra jika menyebut hungungan tersebut sebagai sahabat tanpa menyadari aku ada dibelakang kalian yang sedang asik menyaksikan pemandanya yang selama ini tak kuharapkan untuk ku tonton.
Beberapa minggu belakangan ini kita berada diruang lingkup yang sama, tanpa saling menyapa, bahkan melempar senyumpun tidak sama sekali. Kamu tahu itu yang membuatku terluka belakangan ini. Seakan aku ingin memulai percakapan diantara kita, atau memulai terlebih dahulu memberikan seulas senyum kepadamu. Tapi kuurungkan niatku sebab kamu tak pernah sedetikpun melihatku bahkan kamu hanya sibuk dengan duniamu. Kamu bahkan tidak pernah lagi menyapaku seperti yang dulu kamu lakukan saat beberapa bulan yang lalu, saat menyusuri koridor lalu berpapasan denganmu saat itulah kamu memberikanku sesimpul senyum termanismu dan menyapaku. Tapi sekarang? Aku takkan pernah berharap terlalu tinggi untuk semua ini lagi kok kakak!
Pergilah jika itu yang kamu mau. Berilah kejelasan kepadaku. Jika memang kamu menganggap aku tak ada dan menginginkan aku pergi dari hidupmu, akan kulakukan semua itu jika memang semua itu yang membuatmu tetap berada di duniamu tanpa adanya usikan dari diriku. Iyakan? Itu yang kamu mau? Jika memang benar akan aku lakukan sekuat tenagaku walaupun aku sadar semua ini membutuhkan proses yang menurutku cukup menguras tenaga dan pikiranku.
Dari seseorang yang tidak pernah mengharapkan perubahan dari sikapmu
By: unknown~
Adakah.....
Adakah..
Adakah pintu yang langsung membawaku ke dalam
kesendirianku saat aku butuh untuk sendiri?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang bisa aku bagi semua keluh kesahku saat aku merasa lelah
menyimpannya sendiri?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang tidak mengetahui siapa aku dan membiarkanku melangkah sendiri
kemanapun sepasang kaki ku ingin melangkah ketika aku butuh merenung ditempat
yang ramai?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang bisa menghiburku tanpa perlu bertanya ‘’kenapa’’ saat aku
butuh hiburan?
Adakah pintu yang langsung membawaku menuju ketempat
orang-orang yang bisa menerima diriku apa adanya tanpa menilaiku macam-macam
ketika aku butuh untuk bersikap seperti ‘’inilah aku’’?
Adakah?
Karena aku merasa waktu selalu salah disini. Tidak ada waktu
yang tepat. Seolah waktu mempermainkanku.
Apa bukan itu? Aku saja yang egois? Menginginkan sesuatu
yang lebih tanpa menyadari bahwa aku sudah mendapatkan beberapa dari
pintu-pintu tersebut? Atau bahkan semua telah kudapatkan? Hanya aku yang tidak
bersyukur dan membiarkan pintu-pintu itu sendiri menjauh dariku dengan
sendirinya?
Mungkinkah?
Aku tidak tahu, aku hanya harus terus berjalan maju kedepan.
Meninggalkan apa yang harus ditinggalkan dibelakang punggungku. Kalau pun aku
telah menyianyikan pintu yang telah kudapatkan dengan sendirinya. Maka aku akan
bisa membuat pintu-pintu itu kembali. Aku tidak akan pernah meragukan diriku
sendiri.
Kesempatan akan selalu ada, bukan?
Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali,
itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap
menanggapinya—Louis L’amour
Ada dua cara untuk menjalani hidup ini dengan mudah, percaya
pada segala sesuatu atau meragukan segala sesuatu. Kedua cara tersebut
membebaskan kita dari berfikir—Theodore Rubin
By: abstrack xoxo
Minggu, 29 September 2013
Kekosongan Hati
Merasakah kamu bahwa aku ada disini terluka? Merasakah kamu dengan segala yang kurasakan? Mungkin tidak karena dirimu saat ini sedang bersama dengan yang lain! Oh iya maaf, aku bukan siapa-siapa kamu jadi tak mengapa jika dirimu bersama dengan wanita lain yang menurutmu lebih pantas denganmu daripada aku yang mungkin memiliki kekurangan dan tak sempurna.
Aku sadar denga segala keterbatasanku, aku sadar akan semua hal itu! Tapi apakah kamu sadar telam memberikan setitik harapan dan angan yang terlalu tinggi untuk kurasakan? Hingga saat aku tersadar dengan semua ini aku akan terjadi dan merasakan sakit yang sangat terdalam? Itukah yang kamu inginkan dariku hingga saat ini? Maaf jika aku berharap terlalu tinggi.
Aku ingat saat kamu mengucapkan kata yang menunjukkan sikapmu selama ini "iya" dan "butuh waktu" dua kata yang terlihat sangan mudah diucapkan tapi begitu dalam maknanya, yang kau ucapkan dihadapanku dan teman-temanku. Aku ingat saat kamu mengatakan yang sejujurnya kepadaku saat kita melakukan komunikasi melalui pesan singkat, bahkan kejadian apapun hingga mendetailnya takkan aku lupakan jika semua hal itu menyangkut tentang dirimu. Takkan!! Aku janji.
Seringkali aku mulai berfikir untuk berhenti mencintaimu, berhenti menyayangimu, bahkan ingin berhenti mengenalmu. Semua ini kulakukan bukan tanpa alasan, aku penya alasan untuk semua sikap yang kutujukan padamu. Kamu terlalu cuek!. Kamu juga mengatakan pada sahabat dan teman-temanmu bahwa kamu tak menyayangiku tapi takut untuk mengakuinya padaku tentang hal tersebut! Iyakan? Coba jawablah dengan juju! Apakah aku benar dengan semua kalimat yang kuucapkan? Apakah kamu mengira bahwa aku takkan mengetahui kebenarannya? Hmm.. Aku mulai berfikir, disini yang bodoh kamu atau aku? Aku mulai tak mengerti!
Terkadang aku merasa bodoh karena sampai detik ini aku masih belum melupakanmu, bahkan hal sekecilpun seperti membencimu aku tak sanggup melakukannya, sebesar bagaimanapun usahaku untuk mencoba, bagaimanapun kamu menyakitiku mungkin rasa ini akan selamanya berada dalam hati ini walaupun suatu hari nanti akan ada sosok yang jauh lebih menghargai perasaanku yang singgah dan masuk ke dalam hatiku, rasa cintaku ini kepadamu tak akan pernah hilang.
Maafkan aku yang mencoba untuk berpura-pura menjadi kuat, berpura-pura menjadi seorang yang tegar, berpura-pura berkata bahwa "sekarang aku membencimu dan aku telah melupakanmu!". Bahkan semua kata itu terasa asing di telingaku, kalimat kiasan yang tak bermakna, kalimat yang kuucapkan agar teman dan orang-orang yang dekat denganku tidak mengetahui semua perasaan yang sesungguhnya kurasakan. Kamu tahu kalimat apa yang cocok untukku saat ini? "Aku sakit" mungkin kalimat inilah yang menunjukkan perasaanku saat ini! Aku sakit melihatmu dengan dia! Aku sakit mendengar bibirmu mengucapkan kalimat yang sangat berbeda dengan isi hatimu! Aku sakit melihat dan merasakan sikapmu yang begitu masa bodoh dengan perasaanku!.
Maaf untuk segala kelakuan tingkah lakuku, kelakuan para sahabatku yang membuatmu tak nyaman bahkan terusik di setiap aktivitasmu. Sekali lagi aku meminta maaf dan takkan mengulangi kesalahanku ini bahkan aku akan mencoba untuk tidak mengusikmu, mencoba membuatmu tidak mengetahui keberadaanku, mencoba membuatmu tidak mengenaliku dan membuat diriku terlihat seperti orang yang tak kamu kenali walaupun semua itu kulakukan hanya menyiksa batin, hati dan perasaanku selama ini.
Selamat tinggal kenangan indah itu untuk masa depanku tanpa bayangmu yang dulu mampu mengubah dan mengisi hari-hariku yang sepi.
By: Unknown~
By: Unknown~
Jangan Pernah Memberiku Perhatian Lebih Lagi !
Agustus 2013
Untukmu yang mungkin takkan pernah menganggapku ada
Cerita ini khusus kualamatkan kerumah hatimu, tempat yang paling sering ingin kukunjungi tapi tak pernah ku tahu alamat detail dan daerah spesifiknya. Entah mengapa saat menulis postingan ini aku mengingat untuk pertama kalinya aku merasakan ada perhatian lebih yang kamu berikan untukku. Aku ingat betul ketika pertama kalinya kamu memberikanku sesimpul senyuman manis dibibirmu. Aku takkan melupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita walaupun mungkin peristiwa itu hanya aku yang merasakannya. Dan... Au selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati waktu yang sangat singkat yang mungkin secara logika hanya dalam waktu kisaran detik saja. Bagaimana usahaku untuk menghargai waktu agar bisa merasakan sedetik denganmu walaupun kau tak menyadarinya. Nyatanya, aku belum benar-benar bisa membuang dan melupakan semua tentangmu dari otakku.
Kepada kamu, pria bermata indah.... seindah senyummu
Senyum singkat yang kau tujukan kepadaku tak memunculkan adanya percakapan diantara kita yang kala itu hanya berpapasan disuatu tempat, hanya saling melempar senyum. Hanya suara hiruk-pikuk orang-orang yang berlalu lalang yang memisahkan jarak diantara kita berdua. Kita sama-sama terdiam tanpa ungkapan yang mengalir melalui pita suara, tapi sebenarnya ada banyak kecamuk dalam diriku, untuk mengajakmu setidaknya berbicara dan menyapa satu sama lain. Entah mengapa bibir ini keluh untuk mengeluarkan kata-kata, bisu! Seakan-akan aku hanya butuh tatapan mata dan membiarkan suara hiruk pikuk menyampaikan pesan hatiku kepadamu yang tak pernah menganggapku ada walaupun sedetik saja.
Kamu adalah yang pertama. Pertama kali mengajariku rasanya bertahan untuk seseorang yang sangat berarti untuk saat itu dan aku harap untuk selamanya. Kamu adaah yang pertama. Pria yang pertama kali menjadi sebab rasa grogi dan canggungku, saat mata ini mencuri pandangan kepadamu ditempat yang hampir selalu menjadi tempat berpapasan kita. Seorang Adam yang menyebabkan pipiku memerah karena tersipu malu menerima sapaan ringan darimu. Kamu adalah yang pertama. Pria bersenyum manis yang pertama kali mengajarkanku mengepakkan sayap, juga seseorang yang mematahkan sayap-sayap kecilku.
Ada banyak hal yang sangat sulit kujabarkan di balik pikiranmu. Kamu selalu memberikanku perhatian yang menurutku begitu berlebihan hingga aku merasa apakah kamu juga menyukaiku seperti yang selama ini kurasakan ?. Ada banyak hal yang membuatku sulit melupakanmu yang nyatanya tak pernah menganggapku ada walaupun kala itu aku berada dalam ruang lingkup yang sama denganmu. Ada beberapa hal yang tetap kurindukan darimu, salah satunya adalah senyummu.
Aku harap tak ada perhatian lebih lagi darimu agar aku dapat melupakan segala tentangmu, agar aku berhasil membencimu dan takkan mengingatmu dan kenangan tentang kita walaupun kita berada ditempat yang sama tapi tak saling mengenal dan menganggap takkan pernah terjadi semua yang pernah kurasakan.
Dari penguntitmu yang sedang menyelamatkan mimp-mimpinya.
By: Unknown~
By: Unknown~
Langganan:
Komentar (Atom)