Rabu, 30 April 2014

abstrack.......


Sering kali bibir ini mencaci negara sendiri. Bukan tidak disadari. Justru aku sangat menyadari cacian yang aku lontarkan. Bukan juga tanpa alasan. Aku bahkan selalu punya alasan. Sering kali dengan alasan yang sama. Kebodohan para pemimpin negaraku. Memang tidak ada yang ku mengerti tapi aku selalu meringis tiap kali berita-berita buruk akan kebodohan itu muncul dilayar kaca. Hari ini... ada sesuatu yang mempesonaku. Hal yang kecil, bisa dikatakan begitu. Sore ini, aku melihat segerombolan anak bersepeda dengan baju sekolah melekat pada tubuh-tubuh mungil mereka. Suara berisik mereka terdengar ditelinga. Mereka terdengar bahagia menurutku. Tidak ada wajah lelah sehabis pulang sekolah. Satu tangan menggenggam erat stir sepeda dan satu tangan lagi berpegangan pada angkot. Aku tersenyum. Ku pikir mereka sangat cerdik, memanfaatkan angkot yang berada di depan mereka agar sepeda mereka berjalan tanpa perlu dengan susah payah mengayuh. Mereka tidak memperdulikan bahwa sebenarnya hal itu sangatlah bahaya. Mereka saling bercanda tanpa peduli sekitar. Ku pikir pemandangan seperti itu akan sangat sulit di dapatkan pada negara-negara maju yang begitu ketat akan peraturan. Hal itu sangatlah sederhana tapi sangat sangat sangat mempesonaku. Lagi-lagi aku pada posisi tidak mengerti sama sekali. Mungkin menurut beberapa orang anak-anak kecil itu adalah segerombolan anak yang tidak tahu aturan. Aku sempat berpikira seperti itu lalu sedetik kemudian aku menggelengkan kepalaku ketika aku memperhatikan wajah bahagia mereka. Aku tidak tahu mengapa mereka begitu terlihat bahagia. Aku pun tidak bisa menebaknya.
Aku tertegun saat itu. Kebagian itu bisa di dapat dimana saja dengan cara apa saja. Tidak peduli itu dianggap berbahaya untuk diri sendiri atau orang lain. Beberapa orang tetap akan melakukan apa saja untuk kebahagian mereka. Begitu pula dengan anak-anak tersebut, menurutku. Hanya dengan melakukan ‘’hal’’ yang menurut kebanyakan orang adalah berbahaya, sorot bahagia itu tidak tertahankan. Lalu apa alasan ku untuk tidak bahagia?
Hari itu aku pulang dengan sebuah senyuman. Pelangi yang dulunya dimataku terlihat biasa saja kini terlihat seribu kali lipat begitu indah. Hari ini aku belajar dari anak kecil dan aku tidak akan malu untuk mengakuinya. Karena mereka adalah generasi muda negaraku. Yang akan mengharumkan negaraku. Siapa yang akan mengetahui bahwa anak-anak kecil yang tidak tahu aturan tersebut akan menjadi anak-anak yang akan membanggakan negaraku? 




-abstrack-