Sering kali bibir ini mencaci negara sendiri. Bukan tidak
disadari. Justru aku sangat menyadari cacian yang aku lontarkan. Bukan juga
tanpa alasan. Aku bahkan selalu punya alasan. Sering kali dengan alasan yang
sama. Kebodohan para pemimpin negaraku. Memang tidak ada yang ku mengerti tapi
aku selalu meringis tiap kali berita-berita buruk akan kebodohan itu muncul
dilayar kaca. Hari ini... ada sesuatu yang mempesonaku. Hal yang kecil, bisa
dikatakan begitu. Sore ini, aku melihat segerombolan anak bersepeda dengan baju
sekolah melekat pada tubuh-tubuh mungil mereka. Suara berisik mereka terdengar
ditelinga. Mereka terdengar bahagia menurutku. Tidak ada wajah lelah sehabis
pulang sekolah. Satu tangan menggenggam erat stir sepeda dan satu tangan lagi
berpegangan pada angkot. Aku tersenyum. Ku pikir mereka sangat cerdik,
memanfaatkan angkot yang berada di depan mereka agar sepeda mereka berjalan
tanpa perlu dengan susah payah mengayuh. Mereka tidak memperdulikan bahwa
sebenarnya hal itu sangatlah bahaya. Mereka saling bercanda tanpa peduli
sekitar. Ku pikir pemandangan seperti itu akan sangat sulit di dapatkan pada
negara-negara maju yang begitu ketat akan peraturan. Hal itu sangatlah
sederhana tapi sangat sangat sangat mempesonaku. Lagi-lagi aku pada posisi tidak
mengerti sama sekali. Mungkin menurut beberapa orang anak-anak kecil itu adalah
segerombolan anak yang tidak tahu aturan. Aku sempat berpikira seperti itu lalu
sedetik kemudian aku menggelengkan kepalaku ketika aku memperhatikan wajah
bahagia mereka. Aku tidak tahu mengapa mereka begitu terlihat bahagia. Aku pun
tidak bisa menebaknya.
Aku tertegun saat itu. Kebagian itu bisa di dapat dimana
saja dengan cara apa saja. Tidak peduli itu dianggap berbahaya untuk diri
sendiri atau orang lain. Beberapa orang tetap akan melakukan apa saja untuk
kebahagian mereka. Begitu pula dengan anak-anak tersebut, menurutku. Hanya
dengan melakukan ‘’hal’’ yang menurut kebanyakan orang adalah berbahaya, sorot
bahagia itu tidak tertahankan. Lalu apa alasan ku untuk tidak bahagia?
Hari itu aku pulang dengan sebuah senyuman. Pelangi yang
dulunya dimataku terlihat biasa saja kini terlihat seribu kali lipat begitu
indah. Hari ini aku belajar dari anak kecil dan aku tidak akan malu untuk
mengakuinya. Karena mereka adalah generasi muda negaraku. Yang akan
mengharumkan negaraku. Siapa yang akan mengetahui bahwa anak-anak kecil yang
tidak tahu aturan tersebut akan menjadi anak-anak yang akan membanggakan
negaraku?
-abstrack-